Posts

Cerita Hidup: Bagian Satu - Allah, Kau Buat Aku Mampu

Malam ini aku putuskan untuk menulis kembali. Deretan kata-kata yang ingin ku tulis, tak sabar menanti. Aku rindu waktu ini, di kala hati dapat sampaikan keresahan melalui tulisan. Biarkan rentetan kata hati ini ku tulis tak terikat, tapi tetap dengan arah. Tulisan ini adalah tuangan dari pahit dan manisnya hidup yang dijalani. Biar ku jelaskan teman, dengan bebas. Menginjak usia 22 tahun, perkara dunia makin jelas terlihat. Resahnya tentang masa depan, kejamnya dunia, terpaan yang datang silih berganti, namun rasa manisnya juga tak ku hilangkan, syukur ku. Waktu demi waktu, siap tak siap, harus ku jalani. Berat atau tidak bukan lagi perkara yang harus dipikirkan. Jatuh, bersalah, belajar, dan bangkit. Tidak, aku tidak sekuat itu. Aku lemah. Jatuh berhari-hari, tanpa semangat, lalu bangkit kembali. Oooh Allah, terima kasih. Kecewa, tangis, tawa, semua tumpah meruah dalam hidup. Biasa memang, tapi ketika sedang dijalani, tak semudah kata "biasa" yang terucap. Berat, nam...

Dari Kehilangan Jadi Benteng

Ini sudut pandang gua tentang "dari kehilangan jadi benteng", yang gua dapet dari teguran Allah. Sedih ketika sadar kok gua seburuk ini. Tapi gua sadar, gua juga harus toleransi ke diri sendiri, semoga apa yang gua lakukan bisa terus positif, lo juga. Aamiin. Mungkin lo udah alamin yang gua alamin, karena ini proses. Langsung aja. Gua kadang suka mikir kenapa kok gua kurang menghargai apa yang gua punya saat ini, mulai dari benda sampai makhluk hidup yang ada di kehidupan gua, katakanlah salah satunya ibu. Dari rasa kurang menghargai gua jadi bertindak se-enaknya. Ibu yang gua jadikan contoh dalam konteks ini. Ibu itu adalah orang yang paling deket sama gua, yang nerima gua apa adanya. Sayang beribu-ribu persen dah sama ibu. Tapi di satu sisi, ketika emosi gua lagi gak stabil, lagi khilaf, suka timbul kata-kata kayak "akh", Ibu ngelakuin kesalahan dikit, udah kesel dan keliatan dari raut muka gua. Setelah itu gua sadar, terus menyesal. Terus minta maaf, kalau l...

Anak laki-laki dan Inspirasi

Well, konten tulisan kali ini berisi curhat. Curhat, tapi deep banget. Rasa syukur, kagum, sedih, dan kangen jadi satu. Gue masih dalam tingkat perkuliahan. Cerita ini gua alamin waktu masih baru-baru masuk kuliah, tingkat dua, tahun 2015 kalau gak salah. Gua gabung di kepanitiaan acara yang diselenggarain di sekolah dasar (SD). Jadi semacam acara yang tujuannya ngebuat siswa-siswi SD untuk semangat mengemban pendidikan, dan mengejar cita-citanya. Gua waktu itu dapat job jagain anak-anak SD biar gak keluar dari acara yang berlangsung di kelas. Anak SD yang aktifnya tingkat tinggi, gua lumayan kewalahan, karena gua jaga di daerah itu sendiri. Kewalahan dimulai dari anak-anak SD yang berantem, akhirnya misahin dulu. Ada anak SD yang 'ngajak' kejar-kejaran, ya gua ladenin lah ya. Demen juga gua kejar-kejaran, haha. Kejar-kejaran itu berlangsung lama dan dengan orang yang berbeda-beda. Saat itu gua sadar kalau ada anak laki-laki yang bantuin gue ngejar temen-temennya buat b...

Teruntuk diriku dan dirimu

Kadang kita lupa, bahwa kita hadir di dunia bukan untuk diri sendiri Diciptakan dan dijadikan pribadi yang punya kapasitas baik, nyatanya bukan hanya untuk tujuan pribadi masing-masing Aku yakin kamu sadar bahwa semua yang ada di dirimu bermanfaat bagi orang lain Karena memang nyatanya, setiap manusia, setiap makhluk hidup bahkan benda mati adalah hadiah bagi seluruh elemen dunia Tapi biarlah aku bicara dari sisi manusia, aku dan kamu juga Teruntuk aku, dan kamu Kita manusia yang selalu berinteraksi, makhluk sosial tetapi kadang terlalu individualis Nyatanya aku butuh kamu Kamu juga butuh aku Mereka di luar sana juga butuh kita Semua berelaborasi dalam kesatuan Utuh, nyata, dan faktanya seperti itu Maafkan diri ini yang kadang lalai Lalai dalam membantu Lalai dalam mengingat hakekat hidup Tolong ingatkan, jangan pernah lelah Jika tak kunjung berubah ke arah baik, Sadarkan, bahwa hidup bukan hanya tentang diri masing-masing Sadarkan, bahwa hidup bukan hanya pada deti...

Berdamai dengan Masa Lalu

Waktu berlalu dengan cepat Pribadi yang berproses dengan tepat Pengalaman yang membentuk Belajar tak kenal suntuk Tak apa dulu tidak sebaik saat ini Bersyukur atas diri yang gigih Kita bukan hidup di masa lalu Biarkan semua berlalu Lepaskanlah Karena kadang terasa lelah Berjalanlah dengan semampai Menyampaikan salam damai Teruntuk kamu masa lalu Yang kadang membuat malu Teguranmu bagaikan petir Kami sampaikan terima kasih yang tiada akhir

Harap

Sadarkah kamu? Kamu telah melangkah lebih jauh dari yang kamu kira Awalnya mungkin berpikir "kayaknya aku gak bisa", "itu gak mungkin, karena di luar batas kemampuanku" Aku akui, memang banyak hal yang Tuhan ciptakan di luar batas kemampuan manusia Tetapi Tuhan juga ciptakan banyak hal sesuai dengan kemampuan manusia, bukan? Langkah kita yang harus selalu disesuaikan dengan kemampuan manusia Ketika orang lain bisa menggapai sesuatu, kenapa kita tidak? Kamu boleh tidak setuju, mungkin bagaimana jika Tuhan berkehendak lain yang berbeda dengan yang kita harapkan? Tetapi kamu menghetahui, bahwa setiap langkah dan do'a yang kamu ukir, Tuhan memiliki perhitungan yang cepat dan tepat Mungkin tidak sesuai dengan yang kamu harapkan Tetapi Tuhan tahu bahwa kamu berhak memiliki kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang kamu harapkan Salam, Temanmu.

Dream

Dream Whenever and wherever you think about it, it scares you The more you run from it, the more you suck Imagine, how can you live without dream? Have no dream? Build it Run? Yes, for it How? There are no other ways, unless consistent It might be hard Only in your mind Fact? Reality? Teach yourself You have God